Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dalam 5 Momen Penting: Kunci Kesehatan Anak Menurut Psikolog

News & Event912 Views

Perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia oleh Lifebuoy

klinikfarma.com  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan cuci tangan. Menyambut perayaan ini, Lifebuoy, merek terkemuka dalam produk perawatan pribadi, telah menyelenggarakan acara edukatif yang menyenangkan di Cilandak Town Square pada tanggal 14-15 Oktober 2023.

Acara ini didukung oleh Kementerian Kesehatan dan merupakan bagian dari kampanye SIAGA (SIap Amankan KeluarGA), yang bertujuan untuk melindungi, mengedukasi, dan membantu keluarga Indonesia untuk terhindar dari risiko penyakit.

Cuci Tangan Pakai Sabun di 5 Momen Penting

Salah satu fokus utama acara Lifebuoy adalah untuk menyebarkan edukasi tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di 5 momen penting. Momen-momen tersebut adalah sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah menggunakan toilet, dan setelah bepergian. Lifebuoy berusaha untuk mengajarkan kebiasaan cuci tangan ini secara kreatif dan menyenangkan kepada anak-anak, melalui bermain.

Erfan Hidayat, yang menjabat sebagai Head of Skin Cleansing Unilever Indonesia, menyatakan bahwa Lifebuoy telah lama berkomitmen membantu orangtua menjaga kesehatan anak-anak mereka. Cuci tangan dengan sabun adalah langkah kecil yang sangat penting.

Namun, data menunjukkan bahwa hanya 50% penduduk Indonesia di atas usia 10 tahun yang melakukan CTPS di 5 momen penting. Dengan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia setiap tahun, masih ada banyak kesempatan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya CTPS.

Pentingnya CTPS Pasca Pandemi

Lifebuoy juga menyoroti penurunan kebiasaan CTPS setelah pandemi Covid-19. Ini telah menyebabkan peningkatan infeksi penyakit menular, terutama pada anak-anak. Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, seorang pakar penyakit infeksi dan tropis anak, menjelaskan bahwa pencegahan selalu lebih mudah dan murah daripada pengobatan.

Dalam tiga tahun terakhir, terdapat peningkatan kasus penyakit infeksi pernapasan dan saluran pencernaan, karena kelalaian dalam menjaga kebersihan. Dalam konteks ini, CTPS adalah langkah awal untuk melindungi diri dari ancaman penyakit infeksi, terutama setelah pandemi Covid-19.

Bermain untuk Pembelajaran dan Kesehatan

Psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiani Andriani, menjelaskan bahwa bermain dapat mendukung perkembangan optimal anak, baik fisik maupun sosial-emosional. Dengan mengintegrasikan kebiasaan cuci tangan dengan bermain, anak-anak menjadi lebih rileks dan mampu belajar dengan lebih baik.

Penting bagi orang tua untuk tetap mengawasi anak-anak mereka selama bermain, terutama jika berhubungan dengan perangkat elektronik. Namun, penggunaan bermain sebagai metode pembelajaran adalah cara yang efektif untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *