Mengenal Gejala Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Diagnostic1670 Views

klinikfarma.com Diare adalah suatu kondisi yang terjadi ketika frekuensi buang air besar (BAB) meningkat hingga tiga kali sehari atau lebih, disertai dengan tekstur feses yang cair atau encer. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti keracunan makanan, gangguan usus, dan faktor-faktor lainnya.

Diare pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi kuman yang menyebar ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Anak-anak lebih rentan terkena diare jika daya tahan tubuh mereka rendah, seperti saat mereka belum mendapatkan cukup Air Susu Ibu (ASI) hingga usia enam bulan. Selain itu, diare pada anak juga bisa dipicu oleh keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan makanan, efek samping obat-obatan, serta faktor-faktor perilaku dan lingkungan, seperti sanitasi yang buruk.

Gejala Diare pada Anak

Selain peningkatan frekuensi BAB, beberapa gejala lain yang biasanya menyertai diare pada anak adalah:

  1. Perut kembung.
  2. Mual dan muntah.
  3. Demam.
  4. Nafsu makan menurun.
  5. Tubuh lemas dan tidak aktif seperti biasanya.
  6. Nyeri perut dan kram.

Ketika mengalami diare, tubuh anak akan kehilangan cairan dan elektrolit lebih cepat karena saluran pencernaannya kesulitan menyerap air, dan cairan keluar bersama feses. Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi saat mengalami diare dibandingkan dengan orang dewasa.

Derajat Dehidrasi pada Diare Anak

Dehidrasi pada diare anak dibagi menjadi tiga derajat berdasarkan keparahannya:

1. Tanpa Dehidrasi

Pada derajat ini, anak tidak mengalami dehidrasi. Mereka tetap aktif, minum seperti biasa, tidak terdapat gejala cekungan mata, dan frekuensi buang air kecil normal. Meskipun demikian, perlu tetap memperhatikan kebutuhan cairan tubuh anak. Orang tua dapat memberikan ASI, makanan, atau susu formula seperti biasa, serta cairan oralit sebanyak 5–10 mililiter setiap kali diare kambuh. Pada kondisi tanpa dehidrasi, anak hanya akan kehilangan cairan kurang dari 5% dari berat badannya.

2. Dehidrasi Ringan-Sedang

Dehidrasi ringan-sedang ditandai dengan kehausan anak dan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Anak juga mungkin mengalami gejala seperti turgor kulit yang menurun, mata cekung, dan bibir kering. Pada kondisi ini, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Anak dapat kehilangan cairan sekitar 5–10% dari berat badannya pada derajat ini.

3. Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat ditandai dengan gejala yang sama seperti dehidrasi ringan-sedang, ditambah dengan penurunan kesadaran, tubuh yang sangat lemas, dan peningkatan denyut nadi dan laju pernapasan. Pada kondisi ini, anak memerlukan cairan infus secepatnya di rumah sakit karena dapat kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badannya.

Cara Mengatasi Diare pada Anak

Cara penanganan diare pada anak tergantung pada derajat dehidrasi dan penyebabnya. Anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi dapat diberi perawatan di rumah, sementara anak dengan dehidrasi ringan-sedang atau berat memerlukan perawatan medis lebih lanjut. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat bagi anak Anda saat mengalami diare. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika Anda khawatir dengan kondisi anak Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *