Hati-hati! Terlalu Lama Duduk Bisa Bikin Mati Muda

Diagnostic210 Views

KLINIKFARMA – Gaya hidup modern sering kali membuat kita duduk dalam waktu yang lama, baik di tempat kerja, di rumah, atau saat bepergian. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Artikel ini akan membahas hasil riset yang mengaitkan duduk terlalu lama dengan peningkatan risiko kematian dini, alasan di balik temuan tersebut, dan cara mengurangi risiko ini melalui perubahan gaya hidup.

Dampak Negatif Duduk Terlalu Lama

1. Penyakit Kardiovaskular

Duduk terlalu lama telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Ketika kita duduk dalam waktu yang lama, sirkulasi darah melambat, yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri. Penumpukan plak ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes Tipe 2

Penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Hal ini meningkatkan risiko berkembangnya diabetes tipe 2.

3. Obesitas

Kurangnya aktivitas fisik selama duduk dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Duduk dalam waktu lama membakar lebih sedikit kalori dibandingkan dengan aktivitas fisik, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh, terutama di sekitar perut.

4. Kanker

Beberapa studi telah mengaitkan duduk terlalu lama dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker endometrium. Meskipun mekanisme pasti belum sepenuhnya dipahami, duduk terlalu lama dianggap berkontribusi terhadap peradangan kronis, resistensi insulin, dan gangguan hormonal, yang semuanya dapat meningkatkan risiko kanker.

Riset Terkait Duduk Terlalu Lama dan Risiko Kematian Dini

1. Studi Meta-Analisis

Sebuah studi meta-analisis yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine mengkaji data dari 47 penelitian yang melibatkan lebih dari 1 juta orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang duduk selama lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam sehari. Bahkan dengan aktivitas fisik yang cukup, risiko ini tetap lebih tinggi pada mereka yang duduk terlalu lama.

2. Penelitian dari American Journal of Preventive Medicine

Penelitian lain yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine menunjukkan bahwa duduk terlalu lama berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes tipe 2. Penelitian ini menemukan bahwa mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik dapat secara signifikan menurunkan risiko kematian dini.

3. Studi dari University of Sydney

Penelitian yang dilakukan oleh University of Sydney menemukan bahwa orang yang duduk selama 11 jam atau lebih sehari memiliki risiko kematian dini 40% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam sehari. Studi ini juga menyoroti pentingnya mengurangi waktu duduk dan memasukkan lebih banyak aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian.

Mengapa Duduk Terlalu Lama Berbahaya?

1. Penurunan Aktivitas Metabolik

Ketika kita duduk, aktivitas metabolik tubuh menurun. Ini berarti tubuh membakar lebih sedikit kalori dan lemak, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan penumpukan lemak di dalam tubuh. Penurunan aktivitas metabolik juga dapat mempengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin, meningkatkan risiko diabetes.

2. Gangguan Sirkulasi Darah

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah, terutama di kaki. Kurangnya gerakan menyebabkan darah cenderung berkumpul di bagian bawah tubuh, yang dapat menyebabkan pembekuan darah dan kondisi seperti trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).

 

3. Gangguan Postur dan Nyeri Punggung

Duduk dalam posisi yang salah atau dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan postur dan nyeri punggung. Ketegangan pada tulang belakang, otot punggung, dan leher dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan jangka panjang.

4. Peningkatan Peradangan

Kurangnya aktivitas fisik yang disebabkan oleh duduk terlalu lama dapat menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis ini dapat berkontribusi pada berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Cara Mengurangi Risiko dari Duduk Terlalu Lama

1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko dari duduk terlalu lama adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik. Cobalah untuk berjalan-jalan setiap 30 menit atau melakukan peregangan selama beberapa menit. Aktivitas fisik ringan ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan aktivitas metabolik.

2. Menggunakan Meja Berdiri

Menggunakan meja berdiri dapat menjadi solusi untuk mengurangi waktu duduk. Meja berdiri memungkinkan Anda untuk bekerja sambil berdiri, yang dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan duduk terlalu lama.

3. Mengatur Waktu Istirahat

Cobalah untuk mengatur waktu istirahat secara teratur selama bekerja. Gunakan pengingat atau aplikasi yang dapat membantu Anda mengingatkan untuk berdiri dan bergerak setiap jam.

4. Melakukan Olahraga Teratur

Melakukan olahraga teratur, seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda, dapat membantu mengimbangi efek negatif dari duduk terlalu lama. Olahraga membantu meningkatkan kebugaran fisik dan mental, serta mengurangi risiko penyakit kronis.

 

5. Memperhatikan Postur Tubuh

Memperhatikan postur tubuh saat duduk juga penting untuk mengurangi risiko nyeri punggung dan gangguan postur. Pastikan kursi dan meja kerja Anda memiliki dukungan yang baik untuk tulang belakang dan memungkinkan posisi duduk yang ergonomis.

6. Menggunakan Peralatan yang Mendukung

Penggunaan peralatan seperti kursi ergonomis, bantalan punggung, dan alat peregangan dapat membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan saat duduk dalam waktu yang lama. Peralatan ini dirancang untuk mendukung postur tubuh yang baik dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan otot.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *