Data Penyakit Berpotensi Wabah di Indonesia Terintegrasi ke SATUSEHAT Kemenkes: Apakah Keamanan Terjamin?

Review1343 Views

klinikfarma.com Data penyakit berpotensi wabah di Indonesia akan segera diintegrasikan ke dalam platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). SATUSEHAT adalah bagian dari National Laboratory Command Center (NLCC) yang saat ini dalam tahap pembangunan di Laboratorium Rujukan Nasional Prof. Dr. Oemijati Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi wabah penyakit di masa depan.

Integrasi Data Kesehatan Nasional

NLCC adalah pusat komando laboratorium nasional bertaraf internasional yang bertujuan mengintegrasikan seluruh laboratorium kesehatan di tingkat regional dan provinsi. Proyek ini diharapkan selesai pada November 2023. Sebagai hasilnya, pemeriksaan patogen, seperti virus dan bakteri, akan tercatat dan tersedia dengan lebih cepat di Kemenkes RI.

Platform SATUSEHAT: Sistem Big Data untuk Kesehatan

Platform SATUSEHAT didesain sebagai sistem big data yang akan mengumpulkan dan mengelola berbagai data kesehatan, termasuk data penyakit berpotensi wabah yang diperoleh dari laboratorium kesehatan. Ini menjadi langkah signifikan dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengawasan atas potensi wabah penyakit di Indonesia.

Tantangan Integrasi Data

Meskipun integrasi laboratorium kesehatan di tingkat regional dan provinsi adalah langkah maju, ini bukan tanpa tantangan. Bridging system yang menghubungkan data ke sistem digital memerlukan waktu yang cukup lama. Hingga tanggal 2 November 2023, sekitar 15 laboratorium kesehatan daerah (labkesda) di beberapa wilayah Indonesia telah terhubung dengan NLCC.

Perlindungan Data Patogen

Penyimpanan data patogen di NLCC yang terhubung dengan SATUSEHAT menimbulkan kekhawatiran akan keamanan data. Pihak Kemenkes telah mengidentifikasi tiga prinsip penting untuk menjaga keamanan data patogen. Pertama, integritas dan loyalitas tinggi dari staf yang memasukkan data. Prinsip kedua adalah pelaporan segera oleh pimpinan laboratorium terkait temuan data patogen. Prinsip ketiga adalah penyimpanan data penyakit berpotensi wabah yang paling penting di platform SATUSEHAT yang memiliki tingkat keamanan yang sangat baik.

Harapan Masa Depan

Kemenkes RI berharap bahwa akhir tahun 2023, laboratorium kesehatan di daerah sudah dapat terintegrasi secara regional. Proyek ini diperkirakan akan berlangsung selama setahun ke depan. Dengan mengintegrasikan ribuan laboratorium, upaya-upaya pengawasan dan penanggulangan penyakit di masa depan diharapkan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Dengan demikian, data yang tersedia melalui SATUSEHAT akan menjadi aset berharga dalam upaya-upaya pengawasan dan penanggulangan penyakit yang lebih baik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *